Kamis, 29 Mei 2008

Konsolidasi Gerakan



Di beberapa hari kemarin saya sempat berada dalam satu forum dengan para buruh di Kota Malang. Forum tersebut merupakan bentuk konsolidasi gerakan yang dibangun oleh semua sektor organisasi mulai dari kalangan mahasiswa, buruh, petani dan organisasi kemasyarakatan lainnya se-kota Malang.

Ada statement menarik dari seorang buruh yang sempat tersimpan dalam memori ingatan saya. Bapak yang kebetulan menjadi koordinator umum forum tersebut mengatakan bahwa: kita harus memperkuat aliansi gerakan ini, untuk kemudian merespon beberapa bentuk kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Karena selama ini kita terpecah-pecah, dan out put gerakannya pun tidak jelas. Utamanya kepada kawan-kawan mahasiswa, kami sebagai buruh sangat membutuhkan kalian, karena sampai saat ini kami percaya bahwa kalianlah yang bisa menjadi pelopor dari barisan gerakan rakyat. Jadi, ayo kita bersama-sama saling bergandengan tangan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat, pungkasnya.

Dari statement tersebut hati saya sedikit tersentuh, bahwa ternyata memang benar masyarakat kita hari ini masih membutuhkan mahasiswa. Untuk kemudian memberikan pendidikan kritis, sehingga dapat melakukan gerakan bersama-sama dalam satu barisan. Lalu, bagaimanakah dengan mahasiswa saat ini dalam mengemban amanah tersebut? Apakah mahasiswa saat ini secara umum telah memiliki kesadaran yang sama dengan buruh yang saya tulis diatas?

Kalau kita lihat, ada problematika kebudayaan yang mengakar di lingkungan mahasiswa saat ini. Kesadaran mahasiswa sangat beragam, ada beberapa mahasiswa yang memang sadar akan tugas dan fungsi sosialnya, seperti halnya harapan buruh di atas. Ada yang tidak tahu menahu atas problem sosil seperti jeritan buruh itu dan ada yang sudah tahu atas problem yang dihadapi masyarakat, akan tapi kesadarannya masih naif dalam melihat realitas tersebut.

Problematika kesadaran tersebutlah yang akhirnya berdampak terhadap lemahnya gaung gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan, kebenaran dan kejujuran. Pihak pemerintah dalam hal ini sangat diuntungkan. Mereka dengan santainya berkata: Alhamdulillah kondisi perekonomian kita hari ini stabil, karena banyak investor yang masuk untuk menglolah sumberdaya alam kita. Hal ini terjadi juga tidak terlepas partisipasi masyarakat yang tertib dalam menjaga keamanan. Sehingga mereka tertarin untuk menjadi investor bagi negara kita, dalihnya.

Padahal kenyataannya, semakin hari kita semakin terjerat oleh kemiskinan, pengangguran dan lain sebagainya. Sebentar lagi subsidi BBM akan dicabut, eksploitasi terhadap alam sudah tidak dapat dibendung lagi, lalu bagaimana respon mahasiswa atas realitas penindasan tersebut.

Kekuatan global dalam merangkai sistem penindasan harus diakui keberhasilannya. Hal itu bisa dilihat dari semakin meredupnya gerakan kritis masyarakat dalam membendung gerakan dominasinya di negara dunia ketiga seperti Indonesia. Maka kita jangan malu-malu untuk mangatakan: Selamat wahai penindas, teruskan semangat penindasanmu, karena dengan begitu masyarakatku akan segera terhenyak dari lelap tidurnya, semoga!

Sabtu, 10 Mei 2008

BBM NAIK, RAKYAT KECIL JADI KORBAN


Beberapa hari lagi banyak kaum gerakan yang akan mengingat kembali momentum pergerakan Budhi Oetomo. Tanggal 20 Mei 2008 ini merupakan se-Abad Kebangkitan Nasional yang tentunya mengingatkan kita pada tonggak pergerakan Budhi Oetomo. Namun harapannya momentum tersebut tidak hanya dijadikan sebagai agenda reflektif semata. Lebih dari itu, kita sebagai warga negara harus mampu untuk melacak realitas kebenaran di masa kini dengan melihat di masa lampau dan menyongsong di masa mendatang.

Kita ketahui bersama bahwa realitas politik kebangsaan hari semakin rumit adanya dengan adanya rencana pemerintah mengurangi subsidi BBM. Hal ini menjadi ironis ketika kebijakan tersebut tidak diimbangi dengan kebijakan lain yang dapat mengembangkan pendapatan per capita masyarakat.

Mari sejenak kita analisis, sejauh mana dampak dari kebijakan tersebut. yang pasti ketika pengurangan subsidi tersebut dilakukan, maka secara otomatis harga BBM akan naik pula. Dan menurut informasi yang sering ditampilkan lewat televisi harga BBM kedepan akan naik kurang lebih 30 persen dari harga yang sekarang.

Belum lagi dampak terhadap harga sembako, atau bahkan dengan kebutuhan-kebutuhan primer dan sekunder yang lainnya. yang pasti akan ikut naik seperti halnya kenaikan BBM itu sendiri. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa semua kebutuhan kita hari ini atas hasil produksi yang memakai BBM.

Adapun masyarakat yang lebih banyak mendapatkan dampak dari kebijakan tersebut, sesungguhnya masyarakat kalangan bawah yang nota bene bukan pengguna BBM terbesar di Indonesia. Bahkan kalau mau jujur, kelompok borhuislah yang lebih banyak menghabiskan BBM kita selama ini. Hal itu bisa dibuktikan dengan seberapa banyak perusahaan-perusahan membutuhkan BBM dalam setiap harinya? Seberapa besar mobil-mobil orang-orang kelas atas membutuhkan BBM di setiap harinya?

Ketika realitasnya seperti demikian, seharusnya yang lebih banyak menanggung akibat dari melonjaknya harga minyak dunia dan kelangkaan minyak Indonesia adalah kelompok-kelompok borjuis. Bisa jadi dengan peningkata pajak bagi mereka tanpa harus mengurangi subsidi BBM. Setujukah anda?

Sabtu, 03 Mei 2008

Momentum HARDIKNAS Banyak Yang Respon


Pada tanggal 2 Mei 2008, banyak aksi jalanan yang dilakukan oleh  kelompok yang merasa menjadi korban dari wajah pendidikan nasional. ada apa dengan wajah pendidikan kita hari ini? Dari beberapa orasi yang disampaikan, ternyata mereka meneriakkan tentang komersialisasi di dunia pendidikan.

Lembaga pendidikan kita tak ubahnya perusahaan yang selalu mengutamakan keuntungan dari pada kualitas barang hasil produksinya. Setidaknya suara sumbang tersebut datang dari beberapa kelompok yang secara kritis telah melakukan investigasi terhadap lika-liku pendidikan nasional. utamanya dalam konteks regulasi yang ada, RUU BHP misalnya. Bentuk kritik civistas akademika terhadap RUU tersebut adalah bagaimana lembaga pendidikan diberikan keleluasaan untuk memproduksi peserta didiknya dengan kewenangan penuh.

Kekhawatirannya, apabila hal itu terjadi maka yang namanya lembaga pendidikan akan dengan sangat mudah dalam menaikkan atau memepermainkan biaya pendidikan yang ada. Karena, penerapan RUU BHP tersebut akan berdampak terhadap pencabutan subsidi pemerintah yang konsekwensinya seluruh biaya pendidikan akan di tanggung oleh peserta didik.

Lembaga pendidikan yang memiliki status Negri, bisa diprediksi kedepannya tidak akan ada perbedaannya dengan lembaga pendidikan swasta. Dimana biaya oprasional pendidikannya ditanggung sepenuhnya oleh murid-murid sekolah atau mahasiswa.

Ketika realitasnya demikian, maka tak salah apabila hari pendidikan di tahun ini, banyak kalangan yang menyambutnya dengan gegap gempita gerakan untuk kritis terhadap hal tersebut di atas. Namun gerakan tinggallah gerakan, tampa dibarengi dengan respon positif dari pemerintah untuk merubah kebijakannya dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakatnya.

Senin, 10 Maret 2008

Mengasah Kreativitas Lewat Menulis


Menulis adalah aktivitas yang mengasyikkan. Dengan menulis kita dapat mengungkapkan ide-ide yang mengendap dalam alam pikir. Sehingga endapan itu dapat menjadi sebuah karya tulis yang bisa dibaca oleh banyak orang. Bukan hanya itu, akan tetapi menulis juga dapat mengasah kreativitas kita, contoh saja kreativitas dalam menyusun kalimat atas ide-ide atau keluh kesah yang akan diungkap dalam tulisan itu. Kalau mau ditekuni sebagai salah satu aktivitas rutin kita, menulis juga dapat dijadikan penopang ekonomi yang cukup menggiurkan. Bayangkan saja ketika dalam waktu seminggu, sedikitnya ada satu karaya tulis kita yang dimuat dalam media massa. Sudah berapa rupiah honor yang siap dikirim ke rekening atas karya tulisan itu.

Syaiful arif adalah seorang cendikia sekaligus penulis asal Lamongan yang cukup di kenal di kalangan penulis pada tingkat nasional. Bapak dari dua anak ini sempat menceritakan perjalanan hidupnya di dunia tulis menulis. Salah satu cerita yang dapat memotivasi kita adalah tentang bagaimana sulitnya proses menulis dalam media massa tempo dulu. Dimana tulisan tidak dapat dikirim via email seperti saat ini. Dulu, tulisan saya dikirim lewat kantor pos, karena pada waktu itu internet masih belum familier seperti halnya sekarang. Namun, kenapa kemudian saat ini kita semakin malas menulis? tandasnya dengan kalimat yang memotivasi kita semua.

Selain itu, pemilik warna kulit hitam manis ini juga memberikan tips menulis dengan benar. Ada beberapa tips yang diungkapkan, akan tetapi yang sempat saya rekam dari ungkapannya adalah;

  • Jangan membaca tulisan terlebih dahulu sebelum tulisan itu berakhir, karena dapat mengganggu fikiran/ide yang akan diungkapkan dalam tulisan. Menulis seperi halnya berbicara, kalau pembicaraan kita dipotong sebelum diakhirinya pembicaraan itu, maka yang akan terjadi pembicara akan sulit meneruskan ungkapannya.
  • Harus Fokus dalam menulis, sesuai dengan apa yang ingin kita tulis. Jangan sampai keluar dari kerangka fokus.
  • Buat Judul yang elegan, karena sangat berpengaruh kurang lebih 25% atas dimuatnya tulisan itu.
  • Perkaya Gaya bahasa dalam tulisan
  • Yakinlah kalau setiap kalimat yang anda tulis itu benar, karena kalau kita ragu maka tulisan tersebut tidak akan selesai-selesai.
  • Kritik Pramodya: penulis muda sering membuat koma dalam tulisan, maka minimalisirlah tanda koma dalam tulisan kita.
  • Penulis baru biasanya membuat kalimat yang panjang dengan menyisakan kebosanan si pembaca tulisan itu. Buatlah kalimat yang singkat oadat dan mudah dipahami oleh pembaca.
Dari tips di atas setidaknya akan menjadi panduan bagi kita untuk membuat karya tulisan yang mendekati sempurna. Dan yang pasti tulisan yang kita buat akan berguna bagi orang-orang yang membacanya.
Pemikir yang juga aktif di Averroes Comunity ini, sangat berharap agar generasi muda sekarang lebih termotivasi lagi untuk belajar menulis. Karena disamping banyak fasilitas yang bisa digunakan dengan mudah, menulis juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Dari berbagai harapan dan sarannya, dapat di artikan bahwa membuat karya tulis merupakan aktivitas yang sangat agung. Dampak yang bisa dilihat minimal dengan informasi yang kita tampilkan dalam tulisan kita itu orang lain dapat mengetahui sesuatu hal yang barangkali tidak diketahui sebelumnya. Hal itu akan berdampak langsung terhadap isi memori pengetahuan dalam otak si pembaca tulisan kita itu.